Senin, 15 Oktober 2012

wisata luwu utara

WISATA LUWU UTARA

WISATA LUWU UTARA
 
Air Terjun Sarambu Alla
Tempat wisata ini bisa di tempuh kurang lebih 1 jam dari kota Masamba ke arah Palopo.
Luwu utara memiliki wisata air terjun yang elok di kelilingi tebing tinggi, undakan tangga menurun sekitar 30 meter harus dilalui dahulu, hingga akhirnya air terjun Sarambu Alla menyeruak di antara kelokan tebing,. Tempat wisata ini sangat potensial sebagai product wisata unggulan, karena daerah ini juga banyak menghasilkan buah lokal seperti duren, rambutan, dan langsat
 
Air Terjun Sepakat
Air terjun sepakat terletak di Desa Sepakat Kec. Masamba, obyek ini sangat menarik karena air terhempas diatas batu yang mengakibatkan pelangi disela-sela sinar matahari yang menimbulkan uap air yang menyerupai asap tebal. Sekitar obyek di dukung pula panorama alam.
 
Bantimurung Ala Bone-Bone
Sungai Bone-bone dibagian hulu terdapat aliran yang terjal, yang membuat aliran sungai terjun dari ketinggian, masyarakat sekitar menyebutnya Air Terjun Bantimurung. Sungai ini mengalir dicelah-celah sempit dilereng pegunungan yang menambah daya tarik tersendiri. Air Terjun Bantimurung kurang lebih 15 km dari kota Bone-bone dan tersembunyi di antara lebatnya pepohonan.
 
Air Panas Pincara
Pincara dikenal dengan kolam berendam air panasnya, yang dapat membuat rilex jika kita berendam didalamnya, dan masyarakat setempat meyakini airnya itu bisa menyembuhkan berbagai jenis penyakit kulit, jarak obyek wisata Air Panas Pincara kurang lebih 9 km dari Kota Masamba, ditempat ini juga sangat menarik karena masih didukung oleh panorama alam yang masih asri.
 
Salu Rongkong
Pengunjung yang mempunyai minat khusus untuk adu nyali olahraga Rafting,anda bisa berkunjung ke Salu Rongkong yang terletak di Kecamatan Sabbang, Desa Tulak Tallu. Sungai Rongkong memiliki kemiringan atau gradient medan yang cukup extrim, kondisi inilah yang kemudian membuat patahan sungai dan menciptakan jeram.
 
Permandian Alam Meli
Daerah ini cukup dikenal di Luwu Utara, di samping jarak dari Kota Masamba tidak terlalu jauh, serta di dalamnya terdapat sebuah hotel yang sangat exotic di tepi hutan, udara alam Meli masih sangat sejuk dan alami di samping aliran sungai yang jernih, sungai Meli merupakan tempat permandian yang mengasyikkan di kalangan pengunjung.
 
Pembuatan Baju Kulit Kayu Rampi
Proses pembutan Baju Kulit Kayu di Kec. Rampi masih sangat tradiosional dimana bahan dasarnya terbuat dari kulit kayu Kampollo, memang jenis kayu ini cukup aneh dan menarik, dimana daun pohon ini jarang jatuh kebawah tapi banyak ditiup angin ke tempat lain sehingga disekitar pohon tetap bersih dari daun kering. Untuk pembuatan bajunya, pohon Kampallo dikuliti dan direndam selama 3 hari, kemudian diangkat dan dipukul-pukul sampai pipih dengan alat khusus sebanyak 9 jenis, dan dijemur sampai kering, lalu dibuat pola sesuai pesanan sebelum proses perwarnaan.
 
Pesona Dibalik Gunung Limbong.
Lembah pegunungan disekitar Kec. Limbong cukup elok di pandang belum lagi budaya masyarakatnya yang khas, namun daerah ini masih belum dikenal oleh masyarakat banyak karena akses jalannya belum sempurna, namun kini sudah bisa ditempuh dengan kendaraan roda 2 dan 4.
Kec. Limbong kurang lebih 70 km sebelah barat Kota Masamba, disana terdapat etnis Budaya Rongkong yang kegiatan keseniannya adalah merupakan perilaku yang tampak dalam keseharian mereka.
Limbong juga terkenal dengan Tenun Batik Rongkong dan kopinya yang khas.
 
Permandian Alam Tamboke
Desa Tamboke dikenal dengan sungai dan permandian disekitar bendungan akan tetapi masyarakat lebih memilih ke hulu Sungai untuk rekreasi, sekaligus mengolah bahan makanan ditepi sungai. Mengolah makanan ditepi Sungai adalah kebiasaan pengunjung di Tamboke, ini salah satu daya tarik juga di sana, selain mandi dengan aliran sungai yang masih alami.
 
Seko Yang Elok
Diselimuti kabut dingin Kec. Seko menyatu dengan hijaunya pohon dan padang ilalang, lembah, pegunungan. Rumah-rumah penduduk  tempat peristrahatan satu-satunya disana. Di Seko alamnya sangat exotik, di sana pengunjung akan menyatu dengan masyarakat dengan kegiatan sehariannya adalah bercocok tanam dengan cara tradiosional.
Alam Seko juga sebagian mengandung emas dan masyarakat mendulang secara tradiosional pula, cukup menarik buat referensi pengunjung di sana.
 
Kompleks Makam Datok Pattimang dan Petta Pao
Kompleks kedua makam ini berada di dua Kecamatan dalam lingkup Kabupaten Luwu Utara yakni makam Datok Pattimang berada di Kecamatan Malangke, tepatnya di Desa Pattimang, yang jaraknya ± 40 Km dari Masamba Ibukota Kabupaten Luwu Utara dan Makam Petta Pao berada di Kecamatan Malangke Barat di Desa Pao yang jaraknya ± 47 Km dari Masamba Ibukota Kabupaten Luwu Utara (jarak ± 11 Km dari Makam Datok Pattimang).
Makam ini sangat disakralkan oleh masyarakat setempat maupun masyarakat diluar Kabupaten dengan ditandainya kunjungan masyarakat pada saat menjelang puasa dan saat usai Idul Fitri dan Idul Adha.
Datok Pattimang ini adalah sosok pembawa ajaran Islam yang pertama di Tanah Luwu, dan yang pertama menerima ajaran tersebut adalah Raja Pattiarase yang dikenal dengan Andi Patiware.
Dan mulai saat itu ajaran Islam menjadi ajaran dominan di Sulawesi Selatan yang sekaligus mempengaruhi perkembangan sejarah Indonesia bagian timur.
 
SINOPSIS TARI LUMONDO
 
Lumondo berarti menjemput. Menjemput Tamu-tamu dalam lingkungan masyarakat tanah Luwu tepatnya di Kecamatan Seko. Tari Lumondo adalah Tari Tradisional dari Daerah Luwu Utara. Tari Lumondo ini ditampilkan dikala Masyarakat mendapat tamu dari luar wilayah daerahnya.
Tari Lumondo ini dibawakan oleh enam pasang putra/putri yang berlenggak lenggok menghibur tamu-tamu. Dari enam pasang putra/putri tersebut didampingi oleh pemusing yang menabuh gendang dengan gaya khasnya yang
menambah semaraknya gaya dari putra/putri ini.
 
Pantai Nelayan Munte
PANTAI NELAYAN MUNTE
Air Terjun Bantimurung Kec. Bone-Bone
AIR TERJUN BANTIMURUNG KEC. BONE BONE
Panorama Alam Sepakat
PENGEMBALA KERBAU DI SEKO
Pengembala Kerbau di Seko
PANORAMA ALAM SEPAKAT
Pemandian & Hotel Bukit Meli
PEMANDIAN BUKIT MELI

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar